WISATA KULINER – MENGENAL MAKANAN DARI WONOGIRI

20130310_102854Jakarta, nglarastenan – Nusantara sangat kaya akan kuliner, dari Sabang sampai Merauke, dari Tanah Abang sampai Muara Angke, dari ikan pindang sampai olahan tempe, dari orang terpandang sampai yang dibilang kere, dari yang bikin melayang sampai yang bertele-tele.

Kali ini nglarastenan akan mengupas kuliner langka dari kota kecil ujung selatannya Provinsi Jawa Tengah, yaitu Wonogiri. Banyak ragam kuliner yang menarik dengan sensai rasa beraneka, serta bahan yang sederhana namun bila sudah mencicipi selalu ingin makan lagi. Bagi pecinta kuliner nusantara, berikut beberapa kuliner pilihan dari Wonogiri yang sukses menghipnotis para penggemarnya.

20130310_102645Lentho

Makanan yang dibuat dari olahan singkong dan kacang tholo ini sangat popular dimasa lalu, namun saat ini sudah sangat jarang dijumpai. Lentho, tepung singkong kering yang di campur dengan kacang tholo dan dibumbui ketumbar ini sangat khas. Rasa ketumbar dan kacang yang menyentuh lidah semakin membuat yang menikmati seakan dibawa ke masa lalu.

20130310_102654Tempe Benguk (Koro Benguk, kacang koro atau Mucuna prupirens)

Koro benguk yang tersebar di Afrika, India juga Karibia serta Indonesia adalah tanaman yang berbeludru (dibilang juga benguk rawe, maka ada lagu yang berjudul kembang rawe, Red.). Namun, berkat kreatifitas masyarakat Wonogiri, kacang ini diolah menjadi makanan yang aduhai dilidah juga di gigi.

Di Wonogiri, selain bijinya koro benguk ini, juga bisa dimanfaatkan kulit koronya. Kulit koro (klinthing) di rebus, kemudian di siangin kulit bulu dan di potong-potong, seperti kulit rambak bentuknya. Kulit ini bisa di oseng atau di sayur dengan cara lain.

Tempe benguk ini sangat fenomenal, karena rasanya yang menggoda dan bentuknya yang berukuran besar. Tempe benguk ini biasanya setelah menjadi tempe, sering di olah menjadi tempe tepung yang di goreng atau di bacem. Namun sayang, saat ini nglarastenan udah gak bisa makan makanan favorit ini karena giginya yang belum numbuh.

20130310_102826Ketan Bintul

Beras ketan sudah banyak yang dikenal masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa (makhlum jarang traveling, kecuali mancing). Ketan sendiri sangat banyak variasi olahannya, seperti dibuat moci, terus ditumbuk dan dibakar yang di Wonogiri lebih sering terkenal dengan nama jadah bakar, dan lain-lain.

Olahan yang masa lalu sudah jarang di jumpai adalah beras ketan yang dimasak dengan kacang tholo. Karena ketan yang dicampur dengan kacang dan kelapa ini terlihat serasi antara warna putih dan gelap kacang tholo, maka masyarakat sering menyebut dengan ketan bintul. Ketan bintul ini rasanya sudah tidak perlu ditanyakan lagi, gurih padat dan wangi yang cukup menggugah. Makanan ini cocok untuk sarapan pagi Anda.

20130310_102738Gatot

Masih olahan dari singkong. Mungkin saking susah makanan tempo dulu di daerah ini, maka banyak tumbuh kreatifitas anak bangsa untuk membuat olahan dari bahan singkong, dan salah satunya gatot. Gatot ini olahan yang sangat sederhana namun banyak penggemarnya, bahkan sampai saat ini.

Gatot dibuat dari singkong yang dikeringkan tidak sempurna dan akhirnya menjadi gaplek hitam. Gaplek hitam inilah bahan utama gatot. Mengolah gatot secara konvensional hanya dimasak dengan cara dikukus dan kemudian ditaburi kelapa parut yang telah dicampur dengan garam. Gatot ini banyak digemari selain berkarbohidrat tinggi juga karena rasa kenyalnya yang membuat sensasi.

Nglarastenan tenan tidak begitu suka dengan olahan gatot yang dikukus, namun sangat gemar dengan gatot yang berkualitas baik (hitam kemenul) dengan cara di goreng. Gaplek yang hitam direndam air dingin semalaman, setelah empuk di goreng nah setelah digoreng diperciki air garam yang telah dicampur dengan bawang merah, rasanya …alamak, sips tenan.

kuliner nogiriGendar

Olahan makanan ini dibuat dari tepung beras. Pada masa lalu, dimana orang hajatan banyak menyisakan makanan, terutama nasi, maka bentuk kreatifitas yang didapat adalah gendar. Gendar dimasa lalu juga sangat digemari sebagai camilan, atau juga sebagai sarapan yang ditaburi parutan kelapa atau pun dengan di goreng dan juga disiram sambal kacang.

Gendar adalah olahan beras yang ditumbuk halus yang telah ditambah cethitet (jangan-jangan ini bahan berbahaya?). Gendar bertekstur kenyal dengan rasa yang tawar, namun akan terasa menggigit setelah disiram sambal kacang, dan akan terasa krancy diluar bila di goreng.

Peyek Kedelai Hitam

Seperti banyak inovasi kuliner dimana-mana, di Wonogiri dahulu juga umum dijumpai peyek dengan kedelai hitam. Namun dengan berkurangnya lahan pertanian di daerah ini, maka budidaya atau petani yang menanam kedelai hitam sudah sangat jarang dijumpai.

Saat masih kecil sering menikmati kedelai ini dengan cara di bakar (ngobor). Caranya sederhana, kedelai yang masih ditangkai kemudian di bakar. Setelah matang, kita tinggal menikmati kedelai ini (ngobor kedelai).

Tahu Wonogiri

Kaum perantau dari Wonogiri biasanya sangat suka dengan tahu ini. Tahu ini sangat beda sekali dengan tahu-tahu yang ada di Ibukota. Tahu ini teksturnya lebih keras, dan lebih awet. Entah, nglarastenan belum memiliki studi kandungan bahan berbahaya di makanan ini. Tapi yang pasti tahu ini mempunyai tempat tersendiri bagi para penikmat tahu, terutama sekali para perantau dari Wonogiri.

Tahu ini sangat nikmat bila di masak bacem, disayur ataupun di goreng. Kembali ke tempo dulu yang masyarakatnya masih sangat menjunjung tinggi kegotong-royongan, makanan ini sering di jumpai pada saat orang mendirikan rumah (adeg omah). Tahu bacem disajikan didalam piring yang bisa sampai 4 biji dan juga tempe serta telor bulet satu biji.

Pada saat mendirikan rumah biasanya paduan sajian tadi ditambah sayur lombok dan juga soup sayuran. Sensasinya??? Duh jangan tanya mulu, bikin air liur menetes.

20130310_102956Nah, sobat nglarastenan. Bila Anda kangen, rindu, ingin bernostalgia dengan kuliner dari Wonogiri, Anda bisa datang ke Kreo (dekat perbatasan Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kuliner ini asli Wonogiri, karena yang jualan (mbah Sanem) berasal dari Manyaran.

Kuliner ini dapat Anda jumpai sekitar jam 08.30 pagi setiap hari, dan jangan sampai datang siang atau sore, karena ini kuliner langka maka sangat sulit di jumpai ditempat lain. Dan jangan berfikiran yang menjadi langganan disini orang yang sudah kuno, lihat dong di foto candidnya nglarastenan, yang masih fresh aja demen lho!

2 thoughts on “WISATA KULINER – MENGENAL MAKANAN DARI WONOGIRI

  1. Itu yg di foto lg jualan pecel saudara saya namanya budhe Surem.tempat jualannya di Belakang Giant Kreo(jalan arah ke Cipadu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s