PANGUDARASA – HARTA, WANITA DAN TAHTA

duit-jarahanJakarata, nglarastenan – Apa sih yang kamu suka dari susimulator? Propertinya yang lezatkan? Duitnya yang gurihkan? Atau ada 100 M lagi yang kaya gini.. Gede sih, tapi rela bagi-bagi?

Celoteh, ungkapan yang cukup menggelitik di dunia alay, namun sangat menohok. Dunia ini banyakdipengaruhi kasus yang cukup menyita perhatian bila sudah menyangkut HARTA, WANITA dan TAHTA. Ambisi, bila tidak dikelola dengan manajemen hati yang baik maka akan menjadi malapetaka. Dan malapetaka ini bisa menimpa si pemburu maupun lingkungannya.

Pepatah Jawa bilang, “enake seklentheng larane serendheng”. Gurih sih, enak sih, tapi bayangkan biji buah randu (klentheng, Jawa: Red.) sangat kecil, tidak lebih dari biji kedelai, dan bandingkan dengan musim penghujan yang lebih kurang bisa 5 bulan lamanya. Pepatah tersebut sangat tepat dan cocok bila melihat fenomena saat ini. Banyak contoh dari hal tersebut, sepeti kasus korupsi (HARTA). Hanya dengan ketok palu, tandatangan duit pelimpah ruah, dan setelah duit melimpah maka harta ini akan berjenjang ke yang lebih tinggi (decision maker), dan bertahta di singgasana.

Namanya manusia, gampang lupa, gampang terintimidasi, dan tentunya senang dengan yang ngeri-ngeri sedap. Tidak puas dengan tahta dan hartanya, maka satu lagi harus mendapatkan wanita. Bisa juga sebaliknya, karena demi kehormatan dunia orang rela menjarah yang bukan haknya.

Akhir-akhir ini banyak berita tentang narkoba, kemudian pelecehan dan tindak kekerasan terhadap perempuan, dan para pemimpnan, para penguasa yang rajin ke KPK, semuanya terkait salah satu dengan HARTA, TAHTA DAN WANITA.

Trenyuh, karena kejadian ini kemudian mengingatkanku akan syair pujangga yang sudah melegenda.

amenangi jaman edan, sing ora edan ora kaduman. – sing waras padha nggragas, sing tani padha ditaleni. – wong dora padha ura-ura. – begjane sing eling lan waspada.

Kalau tidak ikut ngedan (orang waras yang pura-pura gila) maka tidak akan kebagian, yang pemikirannya sehat, normal makan apa adanya, yang bertani tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak kuasa melindungi kepentingganya (contoh gres, fresh ya bawang cuy). Yang pandai menjilat ternyata lebih leha-leha, santai namun penuh dengan kemewahan. Namun demikian masih masih tetap beruntung orang yang selalu menjaga kewaspadaan dalam segala hal.

ratu ora netepi janji, musna prabawane lan kuwandane. – akeh omah ing ndhuwur kuda. – wong mangan wong, kayu gilingan wesi padha doyan rinasa enak kaya roti bolu.

Banyak pejabat yang ingkar dengan janjinya saat pemilu ataupun pilkada dengan kendaraan yang mewah-mewah (kuda, juga lambang kendaraan mewah kan?). Didunia politik yang kita lihat tidak ada kawan sejati, saling menjatuhkan (wong mangan wong) besi, aspal rasanya enak karena bisa dikorupsi.

yen bakal nemoni jaman: akeh janji ora ditetepi, wong nrajang sumpahe dhewe. – manungsa padha seneng tumindak ngalah tan nindakake ukum Allah. – bareng jahat diangkat-angkat, bareng suci dibenci.

Kita bisa merasakan diatas, dimana banyak orang mengumbar janji namun tidak ditepati (ingkar). Karena takut tidak kabagian maka hukum Tuhan diabaikan, yang jahat dipuja-puja sedangkan yang bersih, benar dibenci, dijauhi.

akeh manungsa ngutamakake reyal, lali sanak lali kadang. – akeh bapa lali anak, anak nladhung biyunge. – Sedulur padha cidra, kulawarga padha curiga, – kanca dadi mungsuh, manungsa lali asale.

Banyak orang mengutamakan HARTA, sehingga melupakan keluarga, dan saudara. Banyak anak jadi yatim karena ditinggal bapaknya, anak yang sudah berani dengan ibunya (orang tua), saudara saling curiga dan teman jadi musuh dan manusia lupa akan jatidirinya.

#bersambung, nek ora lali……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s