PANGUDARASA – NEGERI SI BENTO

gantungJakarta, nglarastenan – Katanya Indonesia negara AGRARIS, katanya Indonesia negara yang LOH JINAWI, katanya di Indonesia TONGKAT KAYU dan BATU jadi tanaman, mana?

Agraris, emang masig relevan saat ini? Bawang merah aja impor, bawang putih apalagi, kedelai juga beli dari luar negeri, terigu pun demikian. Bawang harganya selangit, cabe harganya meroket, dan cabai kembali membuat ibu-ibu kepedesan karena sekarang mulai langka dan melejit.

Apa bisa negara ini disebut negara agraris, karena semua kebutuhan pokok sehari-hari didatangkan dari luar dengan harga yang membuat wong cilik makin tercekik. Harga bawang lebih mahal dari rendang, harga cabai lebih tinggi dari harga ikan tenggiri. Tapi apa iya makan rendang tanpa bawang?

Bila ada pertunjukan wayang, pasti sang dalang akan memberikan ‘Janturan’, yaitu prolog yang menggambarkan suatu kerajaan, dan ini pula yang digambarkan para seniman untuk negara Indonesia yang LOH JINAWI. Benarkah demikian? Masih relevankah kiasan itu? Mari kita jawab sendiri-sendiri, loh yang berarti subur sudah tidak berlaku di negara yang katanya agraris. Mari kita tengok ke pasar tradisional, mari kita pergi ke retail besar di negeri ini!

Apa yang kita jumpai? Ternyata kita mendapatkan apel Washington, pear Korea, durian Bangkok, jeruk Mandarin, dan lain sebagainya dan sangat sedikit saat ini kita jumpai jeruk brastagi, apel malang atau pun durian petruk. Apakah kata kiasan itu masih relevan, atau memang negara kita sudah tidak subur lagi?

Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman. Hmmm…. saya melihat jauh panggang dari api peribahasa ini. Kenapa beras sekarang impor? Karena banyak sawah yang sudah ditanami rumah. Jadi semakin miris melihat keadaan saat ini yang semakin tidak menentu. Kebutuhan pokok sehari-hari langka, dan kalau pun ada mencekik kantong.

Oh tidak begitu, negara kita ini menuju ke negara maju, modern, industri. Masa, sih? Kok kita telepon selullar saja impor? Kok Mobil saja impor? Dan yang makin miris, batik yang notabene secara de facto dan telah diakui secara resmi oleh organisasi internasional milik Indonesia juga harus impor. Jadi bingung, ini negara apa ya sekarang?

Untuk menunjang negara yang baik, yang terhormat, mandiri tentu diperlukan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang mumpuni. Bila negara ini kaya raya akan sumber daya alam dan tidak di dukung sumber daya manusia yang baik, maka tidak salah kalau yang menikmati adalah orang-orang asing, bangsa asing dan kita tetap menjadi bangsa kuli.

Pendidikan wajib 12 tahun. Apakah cukup hanya 12 tahun? Untuk bersaing kok rasanya agak meragukan hal ini. Tahun 70an banyak sarjana negara tetangga yang belajar di Indonesia, dan sekarang terbalik, banyak pemuda-pemudi negeri ini belajar ke negeri jiran.

Entah, siapa yang salah dan harus bagaimana harus memulai. Apa kita harus belajar demokrasi dulu? Entahlah, demokrasi yang saya lihat di negeri ini membuat hati miris. Demokrasi seperti kepentingan golongan, kelompok atau pun pribadi.

Kalo melihat fenomena saat ini, seperti syair lagu Iwan Fals sepertinya klop, cocok sekali. Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kan tong sampah. Mereka dibawah demokrasi semakin tajam mencengkeramkan kuku-kuku korupsinya, simpanannya. Buktinya banyak para petinggi, pejabat, maupun pimpinan partai terbelenggu dalam kesenangannya, mobilku banyak harta berlimpah, tokoh papan atas, atas segalanya ….asyik.

Tidak seperti maling kelas teri dengan tampang sangar, bandit kelas coro yang penguh tato. Tapi dengan wajah tampan juga banyak simpanan, bisnisnya pun tidak main-main yaitu bisnis jagal, termasuk teman. Persetan dengan orang susah karena yang paling penting asyik, senang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s