PANGUDARASA – BELI BAWANG TAK SEMUDAH BELI PULSA

jual pulsaJakarta, nglarastenan – Berkomunikasi jarak jauh saat ini sudah bukan hal yang aneh. Kalau dulu menggunakan telepon genggam dianggap bisa menaikkan pamor (prestige), saat ini alat komunikasi ini sesuatu hal yang wajar, bahkan mungkin bisa melebihi kebutuhan utama.

Dikendaraan umum kita jumpai banyak orang cuek, acuh dengan keadaan sekelilingnya, begitupun dengan para pengendara, tanpa ekspresi sibuk dengan gatget, hp yang sedang menemaninya. Tidak salah sih karena emang punya sendiri, tapi menjadi salah jika menggunakan telepon genggam sambil berkendara, seperti kirim sms sambil berkendara dan lebih-lebih sedang naik kendaraan roda dua.

Hebatnya lagi, saat ini untuk membeli pulsa sangat-sangatlah mudah dan harganya terus menurun dengan iming-iming bonus pula.

Bila saat ini untuk mendapatkan pulsa telepon sangat mudah, di pinggir-pinggir jalan, bahkan bisa phone banking, internet banking dan lain-lain. Namun tidak demikian dengan membeli bawang, dan cabai saat ini. Bawang dan cabai harus di beli ke pasar, atau nunggu pedagang sayur keliling (itu pun kalo bawa) dan beli bawang atau cabai tidak semudah beli pulsa karena langka dan mahalnya.

Pulsa seratus ribu bisa dipakai satu bulan dengan masa tenggang satu bulan atau lebih, tapi beli bawang atau cabai saat ini dengan seratus ribu hanya cukup untuk 2 minggu tanpa masa tenggang. Belum lagi ketersediaan barangnya. Pulsa sangat melimpah dan bisa didapat 24 jam sehari tanpa kendala yang berarti, tapi bawang dan cabai…. hmmm meski ada duit, barangnya pun belum tentu tersedia.

tukang sayurApa iya nanti suatu saat tukang sayur keliling jualan pulsa karena sayuran mahal dan langka? Kedok para penipu lewat SMS yang tadinya “mama minta pulsa” sudah berganti “mama minta bawang”, karena harga bawang lebih menjanjikan dan tentu susah didapat.

Karena melimpahnya pulsa di tanah air, maka tidak sedikit tawaran untuk menjadi agen pulsa seperti contoh,

DEMANG CELL, cari agen jual pulsa semua operator:
Harga:
P.5=4500
P.10=8500
dst.

Tukang sayur saja sudah mulai tidak berani dagang bawang dan cabai, karena harganya yang selangit, apalagi harus jadi agen. Modal besar, barang langka dan kalau tiba-tiba harga terjun modal akan abis, dan hanya bisa menangis (meratapi).

Jaman maju, sambel bawang masak iya mau diganti sambel pulsa? Tidak, mungkin kan? Bukan nikmat yang didapat, bisa-bisa tuh bibir ndower tergores voucher pulsa yang patah.

Bisa saja suatu nanti bawang dan cabai ini masuk museum (saking langkanya lho) dan hanya kaum ‘the have’ saja yang bisa menikmati kuliner dengan bumbu bawang dan cabai (saking mahalnya lho). Kaum pinggiran, wong cilik yang beras saja nunggu raskin turun, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti makan daging tanpa bumbu (kalah deh macan), dan bisa saja suatu saat nanti harga gas ikut melambung, dan orang-orang makan beras mentah (udah mahal, impor dan harus dimakan mentah. ayam kebagian apa dong?).

Bisnis pulsa, barang melimpah profit kecil tidak bergengsi. Bisnis bawang dan cabai, untung besar (kalo lagi mujur), barang langka dan tidak tersedia. Bisnis makanan olahan makanan nusantara sepi, karena masakannya terasa hambar.

Anda punya cerita sekitar makanan, pulsa, atau apa saja yang membuat sengsara kirim ke redaksi nglarastenan. Bagi cerita yang menarik menurut redaksi, redaksi akan menyediakan barang langka yang sedang memesona berupa satu siung bawang, dan bisa diambil dimeja redaksi dengan membawa kartu identitas yang jelas.

2 thoughts on “PANGUDARASA – BELI BAWANG TAK SEMUDAH BELI PULSA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s