PANGUDARASA – DARI MEDIA JADUL SAMPAI MEDIA TERKINI

mediaJakarta, nglarastenan – Sosial media saat ini identik dengan jejaring sosial on-line (internet). Padahal kan media untuk berinteraksi, saling berbagi informasi itu banyak banget, bahkan dari jaman setelah flinstone sudah ada, tepatnya jaman kenthongan gigit jari (gak nyammbung kan? egp deh).

Penulis ngalamin sih masanya kenthongan sebagai alat komunikasi, habis kenthongan ada interkom dimana alatnya dibuat sendiri saking kreatifnya. Interkom ini untuk mensiasati harga handytalky (HT) pada masanya yang cukup mentereng dan langka (seperti bawang saat ini). Nah, ditahun awal 90an, saat masih sekolah cuman di kasih pelajaran teknologi informasi, dimana hanya mempelajari bahasa pemrograman tanpa melihat fisik komputer, bahasa yang isinya kode-kode yang sampai saat ini nggak ngerti.

Akhirnya entah tahun berapa tepatnya mulai tahu seperti apa sih internet itu? Gumun, itu pertama kali saat melihat alat komunikasi ini. Sekitar tahun 1994/5 punya account email, kalau tidak salah hotmail.com. Dan dengan berjalannya waktu, muncul jejearing sosial untuk komunikasi jarak jauh yang berupa software untuk chatting, yaitu MiRC.

MiRC adalah salah satu produk boomingnya dunia internet di Indonesia saat itu. Jaringan pertemanan sampai dengan cerita cinta terjadi disana. Dari seluruh penjuru dunia yang tiada batas waktu, kecuali jaringan kabel optik pernah putus di batam atau mana getu.

Saya masih kebayang bagaimana layar monitor yang masih berupa tabung dan dengan dimensi tidak lebih dari 14″ bisa di isi puluhan window yang kecil-kecil.

Setelah MiRC berturut-turut muncul sosial media lain, dari yang sederhana sampai dengan yang canggih, antara lain: Yahoo Messenger (YM), Friendster (FS), Facebook (FB), Twitter, Skype, Whatsup, dll. Dari yang cuman nulis kata-kata ngibul sampai video seperti Youtube yang cabul.

Selain dunia internet dunia telepon tanpa kabel juga maju cukup pesat. Ditahun 90an pula telepon tanpa kabel masuk ke Indonesia (yang penulis tahu), dan waktu itu pernah membelikan bos HP sebesar HT, dan waktu itu harganya 8 juta satu buah. Dengan delapan juta jangan berharap dapat fasilitas smart seperti saat ini, karena hanya bisa untuk berkomunikasi secara voice (suara).

Baru 90an akhir dunia telepon tanpa kabel mulai ada kemajuan, selain bisa untuk bertelepon alat ini sudah mulai bisa untuk berkirim pesan (SMS). Ternyata dengan adanya SMS atau telepon ini mengundang para penjahat untuk mendapatkan uang dengan cara tipu-tipu dengan sms palsu (berita bohong) dan iklan spam. Bahkan suatu ketika ada yang ibunya tertipu dengan mengatakan bahwa anaknya terkena musibah kecelakaan dan harus membayar uang dengar cara transfer. Si penjahat juga telah meminta mematikan nomer telepon anak korban dengan seribu lebih alasan, agar bila si orang tua konfirmasi tidak bisa tersambung dan akhirnya panik.

Awal tahun 2000an muncul teknologi baru dengam menyematkan camera di dalam telepon selullar. Dulu waktu masih bujang selalu update hp, setiap ada yang baru pasti update, bahkan baru beli dua minggu pun terpaksa ganti karena ada model baru. Kalau tidak salah ingat hp berkamera pertama muncul di tanah air seri 3 sekian dari salah satu merk terkenal diwaktu itu (makanya saat ini diledekin sama temen-teman karena hpnya jadul).

Dalam dua dekade dunia perteleponan dan komukasi tanpa kabel sangat pesat, baik hardware maupun software. Setelah tahun 2000an booming selullar messenger yang disemat di salah satu merk telepon ternama saat itu, dan sampai saat ini masih banyak di manfaatkan oleh pengguna di tanah air (sampai saat ini sort message ini aku nggak ngerti, gk pernah punya). Beberapa pabrikan ternama juga terus mengembangkan selullar degan spek yang mentereng dengan mesin yang ngebut untuk browsing, atau mendukung sosial media online yang ada.

Friendster yang saat itu lumayan maju dengan banyak fitur, kalah bersaing dengan munculnya Facebook. FS dan FC ini menurut saya sebelas dua belas, cuman FS tidak seberuntung FB. Muncul kemudian sosial media yang sederhana (twitter) dengan karakter huruf di message yang terbatas. Muncul lagi sosial media untuk berbagi foto seperti Instagram. Instagram yang dulunya eksklusif hanya di merk gatget tertentu akhirnya di akuisisi oleh facebook dan akhirnya dapat digunakan secara umum.

Dunia komunikasi lain yang tidak lekang oleh waktu tentu dunia broadcasting (penyiaran), khususnya lagi radio. Radio yang dulunya hanya bisa di nikmati secara konvensional yang dipancarkan melalui frekuensi, saat ini juga telah booming radio dengan memanfaatkan jaringan internet dan sering disebut ‘radio streaming’, seperti Radio Gunung Gandul Link Wonogiri. Radio streaming ini tidak terbatas oleh jangkauan frekuansi, namun dapat dinikmati dari penjuru planet bumi asal ada jaringan internet.

Dengan majunya berbagai teknologi informasi, penulis berharap masih ada slot untuk pusaka budaya dari masing-masing daerah agar tidak tergerus oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa ketimuran, wa bil khusus karakter bansga Indonesia dan baru kebakaran jenggot (kenapa harus jenggot ya?) setelah diklaim bangsa lain. Penulis berharap, anak cucunya masih bisa mengenal tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) yang merupakan hasil karya besar para pujangga asli bangsa Indonesia.

Khawatir pasti ada, karena mudahnya informasi dan hiburan yang dinikmati anak cucu kita, cerita adiluhung yang kita punya hilang dan digantikan tokoh-tokoh seperti sinchan yang ngeyelan, atau pun nobita yang hanya bermimpi saja. Dulu pernah ada Ria Jenaka, juga si Unyil, meski si unyil telah bangun dengan setting baru namun untuk seri budaya negeri seperti punakawan tadi malah hilang. Harapanya streaming radio dapat menjembatani menjadi penyelamat kebudayaan asli Indonesia. end.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s