PUSAKA SEJARAH – TROWULAN, SEBAGAI IBUKOTA MAJAPAHIT

museum1Mojokerto, nglarastenan – Trowulan adalah sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Mojokerto, kira-kira 13 km disebelah barat kota Mojokerto. Daerah ini terkenal karena diduga merupakan situs kota kerajaan Majapahit.

Dugaan didasarkan pada peninggalan-peninggalan yang menunjukkan indikasi adanya keraton dan kota, yaitu peninggalan-peninggalan berupa:

  1. Tulisan seperti prasasti, kitab kesusastraan, nama-nama tempat yang menunjukkan hubungan kraton, seperti nama dusun kraton, dusun kedaton, desa sentonorejo dan sebagainya.
  2. Alat-alat kerja, sisa-sisa kerja, peralatan rumah tangga seperti tembikar, keramik asing dalam jumlah banyak dan sebaran yang sangat luas.
  3. Bangunan, baik yang terlepas dari susunannya, seperti umpak, growol (bata-bata lepas), genting, kemuncak, maupun susunan bata berstruktur yang masih melekat pada tanah aslinya, seperti:  Candi, gapura, pertirtaan, sumur, fondasi bangunan, lantai, saluran air dan kolam.

bata-majaBangunan-bangunan tersebut diantaranya:

  • Candi Brahu: merupakan bangunan suci agama Budha
  • Gapura Wringin Lawang: berbentuk bentar, diperkirakan gapura ini sebagai pintu gerbang masuk ke bangunan suci
  • Gapura Bajangratu: berbentuk paduraksa, diperkirakan gapura ini sebagai pintu masuk ke bangunan suci
  • Segaran: berbentuk kolam segiempat dengan pagar keliling dari bata seluas 6 hektar.
  • Petirtaan Tikus atau disebut pula Candi Tikus: sesuai dengan namanya, berfungsi sebagai petirtaan (pemandian)
  • Situs Pemukiman Sentonorejo: sisa-sia pemukiman yang berupa kelompok umpak, lantai segi empat dan lantai segi enam. Diperkirakan tinggalan ini merupakan bekas pemukiman.
  • Makam Troloyo: merupakan komplek pemakaman islam yang berasal dari tahun 1290 C – 1533 C (1376M – 1622M), hal ini membuktikan islam telah berkembang di Majapahit.

si tinggil1Peninggalan-peninggalan itu ditemukan sudah dalam keadaan tidak utuh lagi, karena:

  1. Adanya bencana pada masa lalu
  2. Bangunan kraton pada masal lalu dibuat dari bahan yang tidak tahan lama
  3. Faktor umur dan iklim di Indonesia
  4. Keadaan tanah
  5. Pusat ibukota yang selalu berpindah akibat perang saudara yang berkelanjutan
  6. Pertumbuhan jumlah penduduk yang menyita tempat untuk pemukiman, industri, dan sebagainya
  7. Peninggalan liar

Indikasi-indikasi sebagai Ibukota Majapahit menarik para ahli untuk meneliti, diantaranya adalah Wardenaar, Raffles, Knebel, Brandes, Maclaine Pont dan Kromodjojo Adinegoro. Kedua tokoh terakhir tersebutlah yang meneliti kepurbakalaan di Trowulan secara lebih intensif. Maclaine Pont mencoba menginterprestasikan tata koa Majapahit berdasarkan naskah negara Kertagama dan Benda Cagar Budaya yang ada di Trowulan. Hail penelitian Maclaine Pont dan Kromodjojo, sekarang disimpan di Kanotr Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur, antara lain berupa:

  • Relief dan Arca
  • Alat-alat produksi atau kerajinan cetakan, pipisan, alat perikanan
  • Alat-alat upacara
  • Alat-alat rumah tangga, seperti: alat dapur, perlengkapan berhias, perlengkapan rumah
  • Senjata
  • Inskripsi
  • Numismatik
  • Keramik.

#sumber: BP3 – //KD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s