OASE – EMPAT SIFAT KEUTAMAAN SEORANG PEMIMPIN

Guyonan, gegeculan, guyon. Pada suatu ketika ada pengajar budi pekerti, karena sudah sering diulas dalam belajaran-pelajaran seblumnya maka sang pengajar menanyakan kepada anak didiknya didalam suatu kelas dengan bertanya, “anak-anak, masih ingat pelajaran minggu lalu?”.

“masih pak!!” jawab para murid dengan serempak, khas teriakan anak SD.

“Baik, kalau begitu Bapak mau bertanya, coba sebutkan 4 sifat seorang pemimpin???” tanya sang pengajar tadi.

“Shiddiq, amanah, dan tabligh!!!”, jawab dan anak-anak dengan kompak dan serentak.

“Lho, kok cuman tiga, satunya kemana?” tanya pengajar tadi kepada para anak didiknya.

“Yang satu sedang di KPK Pak Guru!!”, murid-murid menjawab dengan lantang dan merasa benar.

Sang pengajar hanya geleng-geleng kepala sambil berkata, “#!#!$!$>>!#!)#!I#)!)(!_)!(#*~~#~&(*!”

“Anak-anak, biar tidak salah lagi bapak akan bahas lagi sifat-sifat tadi dan dengarkan baik-baik. Di jaman dahulu seorang pemimpin harus punya sifat yang tercermin dalam Hasta Brata, atau delapan keutamaan seorang pemimpin. Nah, sekarng kita juga mempunyai tauladan, sifat seorang pemimpin seperti Shiddiq, amanah, tabligh maupun fathonah.

Shiddiq
Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Perbuatan harus sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, seperti saat kampanye namun perbuatannya berbeda dengan yang ucapannya.

Amanah
Amanah artinya benar-benar dapat dipercaya. Jika suatu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jadi apa yang dijanjikan disaat kampanye, akan dilaksanakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Suatu hal yang sangat terhina bila seseorang diberikan amanah, namun ternyata orang tersebut khianat.

Idelanya seorang pemimpin harus mempunyai sifat seperti tersebut diatas, karena memang itulah amanah rakyat yang dipimpinnya, bukan malah memperkaya diri sendiri, memuja dunia dengan mungumbar hawa dan nafsu sehingga lupa ataupun melupakan amanah yang diembannya.

Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Sifat ini bila di era sekarang, atau era reformasi sesuai dengan keterbukaan. Berani bicara jujur dan transaparan, bukan sebaliknya berani bohong demi mengejar yang bolong-bolong. Meski saat ini banyak orang mendengungkan demokrasi, reformasi namun masih tidak sedikit yang tidak berani menyampaikan kejujuran, menyampaikan kebenaran tetapi yang ada kebanyakan mencari pembenaran.

Fathonah
Artinya Cerdas. Mampu mengelola negara, rakyat yang dipimpinnya dengan cerdas, cerdas dalam mencari solusi untuk kesejahteraan, kemakmuran warga, rakyat yang dipimpinnya. Jadi cerdas bukan kemudian diartikan pandai mencari harta dengan kongkalingkong untuk menunjang nafsu syahwat pribadi. Bukan pula cerdas melobi demi kepentingan segelintir orang maupun golongan”.

Begitu, pelajaran budi pekerti tadi yang disampaikan sang pengajar dengan kiasan-kiasan yang mudah di cerna dan dimengerti. end/kd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s