FESTIVAL & LOMBA KULINER JATENG

IMGP1290Nglarastenan – Bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu tanggal 22-23 Juni 2013, Keluarga Besar Paguyuban Jawa Tengah (PJT) se JABODETABEK bekerjasama dengan Taman Mini Indonesia Indah dan Provinsi Jawa Tengah dan 35 Kabupaten / Kota Se Jawa Tengah serta serta BKKBN menyelenggarakan Lomba Masakan Khas Daerah 35 Kabupaten dan Kota Se – Jawa Tengah 2013 serta jalan santai.

Acara dimulai pada hari Sabtu yang cukup meriah diikuti seluruh Kabupaten / Kota se Jawa serta Provinsi Jawa Tengah. Lomba masak ini cukup membuat kagum para pengunjung dengan presentasi yang cukup menawan. Paa peserta lomba menyajikan menu masakan dari daerah masing-masing dengan keunikan dalam mengemas, menyajikan agar dapat semenarik mungkin. Makanan yang terdiri dari hidangan utama, minuman serta makanan penutup penuh inspiratif, dengan tampilan yang memukau.

Selain lomba kuliner, distan-stan pameran juga disediakan makanan khas dari masing-masing daerah, seperti soto kwali dari Surakarta, dawet, sego tumpang dan tidak ketinggalan dari Kabupaten Wonogiri yang hal ini di wakili oleh Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Wonogiri.

lenthoKabupaten Wonogiri memamerkan produk-produk makanan khas olahan asli Wonogiri seperti kacang mede, criping singkong, thiwul ayu, abon pedes, ampyang, tempe benguk bacem, gatot, lentho, tahu bacem Wonogiri, serta tak ketinggalan nasi liwet dan lain-lain. Pameran yang di komandani langsung Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri Bapak Safuan ini laris manis tanjung kimpul, dagangan habis duit kumpul.

Tujuan utama pameran ini, yaitu mengenalkan, mempromosikan  produk dari Wonogiri agar lebih dikenal oleh masyarakat di luar Wonogiri secara lebih luas sehingga berimbas kepada masyarakat Wonogiri secara langsung.  Penulis yakin dan optimis, karena potensi kuliner Wonogiri sangat kaya beragam dengan berbagai sajian kreatif, unik dan langka. Bahkan banyak penggemar cabuk, thiwul maupun tempe benguk yang harus kecewa karena tidak mendapatkan makanan tersebut di stan, atau habis.

Kedepan, mungkin bisa ditingkatkan dalam kepesertaaan dalam acara serupa, yang unik dan etnik dieksplore lebih dalam, dan bisa menciptakan kreasi berbahan tradisional seperti thiwul ayu. Salah satu pengunjung yang dosen pariwisata salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di ibukota sangat terkesan dengan cake thiwul ayu, yang memang lembut dan gurih. End/kd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s