BEKERJA, ZIARAH, PUSAKA SEJARAH DAN PUSAKA KULINER KHATULISTIWA ( bagian pertama)

GambarNglarastenan – Perjalanan  kali ini dimulai pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2013. Setelah bekerja seharian untuk mempersiapkan acara AMRDPE & SOMRDPE di Jogjakarta, sampai rumah lebih kurang jam 22.00 WIB. Karena dirumah sendirian ada teman nyamper sambil bawa baskom dan peralatan lenong untuk membuat umpan mancing ikan mas. Ngobrol ngalor ngidul sambil sesekali melihat kawan yang sedang menyelesaikan umpan, tapi karena esok hari hari mengejar pesawat dengan tidak mengurangi rasa kesetiakawanan maka pamit untuk ke peraduan.

Tidur tak nyenyak, dan akhirnya lebih kurang jam 4.30 pagi telepon berdering, ternyata permaisuri reminder. Baru akan beranjak mandi, telepon berdering lagi dan ternyata dari taksi yang semalam telah di pesan untuk mengantar ke bandara Soeta. Alhamdulillah, ternyata perjalanan ke airport Soekarno Hatta pagi itu cukup lancar dengan rute menyusuri jalan Ciledug raya, Cipondoh, dan akhirnya sampai di Selapanjang (jalan belakang menuju bandara).

Karena masih pagi buta, perut dan mulut pun belum menyentuh air, apalagi makanan dan untuk mengisi energi mampir ke restoran cepat saji (fastfood) a la Jepang yang mirip judul lagunya bang Iwan Fals. Sarapan selesai, check-in upun sudah dan pilih yang dekat jendela, karena boarding passnya masih lama maka memang sudah seharusnya kalau acara wajib bersih-bersih kotoran yang telah ditumpuk dari kemarin-kemarin, yaitu menuju ke restroom bandara.

Tepat pukul 08.05 pesawat Garuda GA 204 tinggal landas menuju bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Tak lama setelah pesawat mabur (takeoff), tak terasa pules karena lelah dan kantuk yang menghujam, dan baru membuka mata, buka telinga setelah ada info dari kru pesawat akan segera landing di bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG).

GambarSesampai di Yogya telepon rekan dari Jakarta yang telah datang duluan untuk mengantar material meeting. Dari bandara Yogya naik taksi di getok 100.000IDR, padahal hanya dekat antara bandara dan perumahan Pondok Permai Blok O, ya sudah ikhlasin saja (ikhlas kok nggrundel?). Setelah nitip material, ternyata ketiban rejeki nomplok ternyata masih banyak material dan printilan-printilan yang belum selesai. Ya sudah ikhlas ke dua, padahal di skenario langsung menuju ke mapung halaman harus tertunda untuk menyelesaikan printilan dan monitor, koordinasi melalui telepon.

GambarSetelah selesai urusan, dari Janti langsung menuju stasiun kereta Maguwo yang terletak persih di depan bandara Adi Sucipto untuk melanjutkan perjalanan ke Wonogiri. Ternyata sodara sodara, taksi dari Janti yang notabene sama jaraknya dengan ke Perumahan Pondok Permai – Bandara argonya cuman mentok di angka 26.000IDR, namun karena penyesuaian dengan BBM yang harganya baru terbang mengangkasa (naik) dengan senang hati merogoh kocek sebesar 35.000IDR.

GambarFoto-foto dulu sambil menunggu kereta Prambanan Exspress menuju stasiun Balapan Solo. Namanya kereta rakyat, kereta wong cilik. Naik kereta yang tadinya enjoy, setelah tiba di stasiun Srowot, kereta Pramex pun mulai istirahat dan mempersilakan kereta para penggede, kereta eksekutif seperti kereta eksekutif, bisnis dan kereta jarak jauh lainnya lewat seperti Argo Wilis dan juga Turangga. Sekitar 5 (lima) rangkaian kereta sukses meletin kita yang mogok di Srowot sambil menikmati sengatan sang mentari yang adem.

Alhamdulillah, tiba juga di stasiun Balapan, Solo dan tak lama langsung minta abang becak mengantar ke terminal Tirtonadi dengan kepala penuh denyutan yang tidak mengenakkan. Kaget begitu tiba diterminal, karena baru sekitar jam 17.00 kendaraan bus antar kota terlihat sepi, dan paling apes sudah tidak terlihat lagi bus yang menuju ke Wonogiri bagian selatan. Udah tanggung, dengan melas baiklah ke bus Gunung Mulia yang menuju ke Purwantoro, dan rasa heran tadi terjawab, kenapa tidak banyak armada bus yang masuk ke terminal? Ternyata sodara-sodara di Solo sedang berlangsung acara Solo Batik Carnaval (SBC).

GambarPokok melas banget, kendaraan harus susah payah mencari celah untuk menembus keramaian koa bengawan sore itu yang macet dimana-mana. Sukses menembus kemacetan, tetapi sudah terlalu malam samapi di kota thiwul dengan ongkos 10.000IDR, jreng. Dengan menahan rasa lelah, dan pusing kepala kulanjutkan perjalanan dengan menyewa kendaraan untuk mengantar ke puncak gunung (padahal lebih tepat bukit) dengan menggelontorkan kembali recehan merah 100.000IDR, jreng, dan sampai rumah ditambah lagi lembaran hijau 20.000IDR, jreng dan sampai malam itu dengan sukses pukul 09.00 malam lewat.

Pusing yang dari tadi mendera dan rasa mual yang tak terperi, dengan ikhlas beberapa isi perut pun sukses kembali untuk menghirup udara malam. Acara selanjutnya sesi lukis dimulai, dengan membatik punggung alias kerokan, coy. Setelah bercengkerama dan ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulan, munggah mudun mata pun terpejam untuk melihat mentari esok hari.

Bangun pagi mulai agak segar, dan yang kunanti si mbok tukang besengek ternyata tidak jualan (ngenes). Pergi kepasar untuk beli kembang, dengan ada aroma wangi dapat menenangkan jiwa untuk lebih khusus berdo’a (ziarah). Ketemu teman lama, dan akhirnya dapat update berita langsung ngacir menuju pemakanan untuk ziarah. Pulang ziarah langsung rapi rapi packingan untuk kembali ke kota Jogjakarta.

GambarRombongan kecil yang terdiri raja, permaisuri dan putri pun melanjutkan perjalanan dan petulangan ke kota Yogyakarta. Trip yang mirip backpacker dari rumah langsung menuju ke stasiun Purwosari, Solo dan meminta abang becak menyeberangkan dengan ongkos 5.000IDR, dimana dari rumah menuju ke Purwosari telah mngeluarkan ongkos 55.000IDR. Dari stasiun Purwosari kita menggunakan kereta Sriwedari yang lebih manusiawi, karena bsa duduk dan ada fasilitas pendingin meski tidak dingin-dingin banget. Dan, sampailah di stasiun Maguwo lebih kurang setengah lima sore, kemudian menunggu jemputan untuk menuju ke hotel Grand Quality dijalan Adi Sucipto, tidak jauh dari stasiun/bandara. ……………. bersambung ke bagian 2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s