BEKERJA, ZIARAH, PUSAKA SEJARAH DAN PUSAKA KULINER DI KHATULISTIWA (BAGIAN KE EMPAT)

GambarHari ketiga acara kita ikut rombongan ke lapangan tepatnya ke Karang Waru, Kota Yogyakarta untuk meninjau keberhasilan penataan sungai. Sungai yang tadinya terletak dibelakang rumah di balik dengan mengubah bangunan rumah menghadap ke sungai, hal ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat yang tinggal ke disekitar untuk selalu menjaga sungai dengan baik, tidak untuk pembuangan sampah seperti sungai-sungai lainnya.

Antusiasme delegasi sangat luar biasa, mengingat dua menteri dari Laos dan Myanmar sudah mendahului rombongan setelah sebelumnya melihat-lihat ke candi Borobudur. Hampir semua peserta mengikuti kunjungan ini, sehingga lokasi balai desa yang tidak terlalu luas sampai meluber keluar. Dibalai desa ini BKM dan sesepuh desa menyampaikan A-Z pengelolaan sungai ini.

Ada yang unik di sini. Dimana pada pukul 19.00 – 21.00 masyarakat sepakat untuk memberlakukan jam belajar bagi putra putri mereka, maka di jam tersebut tidak ada televisi, radio, dan lain-lain untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat serta putra putri untuk belajar.

GambarSetelah menerima presentasi di balai desa, rombongan melanjutkan perjalanan ke Gua Pindul di Kabupaten Gunung Kidul dengan dikawal vorijder dari Polda DIY.

GambarGua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.

GambarCavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecilbahkan wanita hamil pernah.

GambarDitengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

GambarSaat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).

GambarGambarStalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.

GambarGambarTidak kurang dari 25 kendaraan mengular menuju Gua Pindul. Kurang lebih satu setengah jam rombongan telah sampai di balai desa Bejiharjo, dan sini juga rombongan mendapatkan penjelasan mengenai Gua Pindul. Dari presentasi dapat kami sampaikan, tempat ini dimulai pada tahun 2010 dengan melibatkan 4 orang pengelola dengan total pengunjung 100an orang, tetapi dalam tempo 3 tahun, tepatnya orang yang terlibat dalam wisata exstrim ini telah mencapai 800 orang, dimana pemberdayaan masyarakat sekitar sangat kental, sehingga yang merantau pun akhirnya kembali ke ikut pengelola tempat ini, dimana pengunjung telah mencapai 125.000 orang lebih, baik domestik maupun manca.

GambarSetelah selesai presentasi di balai desa sekitar satu jam, rombongan melanjutkan ke lokasi Gua Pindul dan disambut tari-tarian kuda lumbing yang melibatkan banyak anak-anak. Acara sangat meriah, dimana BRI juga mensupport kegiatan ini.

Hampir semua delegasi ikut mencoba menikmati suasana Gua Pindul ini, termasuk dua menteri dari ASEAN, termasuk penulis yang berkesempatan mengarungi kedalaman gua ini bersama delegasi dari Malaysia.

GambarAda yang menggelitik, karena di bawah gua ini ada yang sedang memancing, entah ikan apa yang dipancing? Namun, sebagai darah pemancing membuat penasaran meski hanya didokumentasikan, karena terbatasnya waktu. Tak lupa mencoba oleh-oleh hasil pembuatan masyarakat sekitar berupa kelapa muda yang di kasih gula merah, kue gula, dan masih banyak lagi yang tidak sempat dicoba.

GambarGambarPetang itu juga rombongan kembali ke hotel dengan iring-iringan yang cukup panjang, dan kembali ke acara di hotel.

 

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar00oo….

2 thoughts on “BEKERJA, ZIARAH, PUSAKA SEJARAH DAN PUSAKA KULINER DI KHATULISTIWA (BAGIAN KE EMPAT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s