JELAJAH PUSAKA SEJARAH DAN PUSAKA KULINER DI KHATULISTIWA (BAGIAN KE TUJUH)

GambarGambar

GambarGambar
GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarPagi-pagi bangun sudah lumayan segar, mandi dan lanjut sarapan pagi. Anak anak lanjut renang dan penulis pun kembali ke kamar untuk rebahan. Selesai renang, dan beres-beres untuk check-out pindah tempat.

Penginapan yang kita pilih kali ini adalah daerah Malioboro, tetapi hunting lewat telepon semua fullbook, apes deh. Dapat hotel sedeharna minimalis, meski tidak wah penting bisa untuk istirahat dan bayar 350.000IDR jreng.

Loading baju lusuh, celana belel ke kamar yang terletak di lantai 2 hotel Family kita lanjutkan lagi memanfaatkan waktu yang ada, dan kali ini kita menuju ke Mirota Batik. Tapi alangkah mak nyesnya, parkirnya sangat juauh, karena hari ini ada acara jalan santai dan Jogja Fashion Week (JFW). Pantas saja semua hotel full, bahkan hotel ece ece pun full dengan harga yang bikin leng geleng geleng. Sementara para ibu dan bidadari naik becak para pangeran pun cukup jalan kaki sambil ngelemesin kaki, yang ternyata benar-benar membuat lemas.

Mirota saat itu sangat sesak oleh para pembeli, makhlum esok hari adalah puasa pertama. Pilih pilih, masuk keranjang dan bayar, jreng. Balik ke parkiran, dan nun jauh disana nampak rombongan marching band membuka acara Jogja Fashion Week. Sambil menuju parkiran kita menunggu peragaan busana di JFW ini di depan jalan Dagen (Malioboro tengah). Dapat sih momen meski tidak banyak seperti dalam foto.

JALAN MALIOBORO

Jalan malioboro merupakan sebuah jalan di kota Yogyakarta. Jalan ini sangat terkenal terutama oleh turis, baik turis local sampai turis internasional. Kelebihan dari jalan ini adalah selain bersih, indah, dan nyaman, jalan ini juga dipadati oleh pedagang-pedagang yogya. Dagangan ditempatkan diarea jalan. Hal ini sangat strategis untuk memasarkan barang dagangan karena para turis yang pergi ke Jogjakarta selalu melewati jalan tersebut.

Di malioboro terdapat berbagai jenis barang dagangan mulai dari pakaian, makanan, dan pernak-pernik khas yogya. di sini pun terkenal akan berbagai merek kaos khas jogja seperti dagadu, dadung, i-bee, jogja sree, dan lain-lain.

Malioboro letaknya sangat strategis, karena berdekatan dengan karaton Yogyakarta, taman pintar, dan alun-alun. Jadi tidak menentukan waktu lama untuk menuju malioboro. Cukup berjalan kaki saja, maka sampailah di jalan malioboro.

MAMPIR KE MASAKAN OMAH BU AGENG (MAS BUTET KERTARAJASA)

Karena sudah jam dua sedangkan perut perlu diisi dan kawan harus terbang jam 19.40 maka kita tinggalkan carnaval yang cukup keren dengan antusiasme penonton menyemut di Malioboro dan sekitarnya.

Kuliner kali ini kita hunting untuk berkunjung ke Warung Masakan Omah Bu Ageng yang terletak di daerah Tirtodipuran milik keluarga Mas Butet Kertarajasa. Mencoba ayam nylekit yang kurang nylekit pedasnya, tapi ayam bakar dan sayur lodehnya cocok dan pas di lidah. Dan sebelum pulang pamit sama yang empunya rumah, yaitu om Butet, dan untuk bukti maka harus foto-foto dulu sama beliau biar gak di bilang hoax.

Selesai? Belumlah!

Yang punya mobil bergabung untuk mengambil dan mengantarkan rombongan kecil satunya ke riuhnya ibukota Jakarta. Bayar parkir, jreng dan puter balik menyusuri jalan tirtodipuran sampai tembus alun alun utara tembus ke Monumen yang terletak di pojok benteng Vrededurg. Di sini kita berpisah untuk melanjutkan plesiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s