Melihat sepak terjang Jokowi dengan falsafah Jawa (PUSAKA BUDAYA)

jokowi-1Nglarastenan (29/8/13), Saat ini setiap hari selalu saja ada berita tentang Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau yang lebih populer dipanggil Jokowi. Dari berita televisi, radio, media cetak maupun berita online selalu ada berita yang menyajikan sepak terjang beliau. nglarastenan mencoba melihat fenomena ini tidak lepas dari Filosofi Jawa, yang entah dengan sadar atau tidak diterapkan oleh Jokowi. Jiwa Kepempimpinan Jokowi tidak lepas dari sifat ksatria Jawa yang menerapkan falsafah jawa sebagai pedoman hidup orang Jawa.

“Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha”.

Ngluruk Tanpa Bala:

Berjuang tanpa mengerahkan masa. Ingat, bagaimana Jokowi dan tim suksesnya tidak berkampanye secara hingar bingar, tetapi melakukan blusukan untuk mencari informasi, apa, bagaimana kendala, dan kemauan pemilih yang akan dipimpinnya nanti. Dan cara yang dilakukan Jokowi sangat berhasil dan menjadi brand sampai detik ini. Bahkan tidak sedikit ide brillian Jokowi ini menginspirasi para politisi untuk merebut hati para konsituen maupun pemilih dalam pilkada ditempat lain.

Menang Tanpa Ngasorake:

Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Kita bisa melihat bagaimana pendekatan Jokowi dalam menata kawasan kumuh yang selama ini selalu menimbulkan gesekan di masa lalu. Dengan pendekatan persuasif, yang langsung turun ke lapangan yang dalam falsafah jawa juga bisa di sebut ‘manunggaling kawula Gusti’ seperti tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Pendekatan yang manusiawi. Meski awalnya tidak semua setuju dengan agenda yang telah menjadi kebijakan pemerintah daerah, akhirnya dapat diterima bahkan yang tadinya menolak menjadi antusias mendukung kebijakan yang diterapkan.

Sekti Tanpa Aji-Aji:

Jokowi tetap seorang pemimpin yang berwibawa, tidak perlu anarkis dalam menyelesaikan masalah, namun semua tunduk padanya karena berpegang teguh pada prinsip dan kebenaran serta hukum. Keberanian seorang Jokowi yang tidak takut blusukan, meski daerah tersebut penulis sendiri pun merasa sangsi untuk melewati, apalagi mengunjungi untuk melihat permasalahan dan jalan keluar apa yang akan diterapkan disampaikan secara transparan.

Sugih Tanpa Banda:

Dalam polling di beberapa media survei menempatkan Jokowi melesat jauh diatas yang lainnya merupakan kemenangan yang didapat dari penerapan falsafah Jawa ini. Bukan harta benda yang melimpah, melainkan kepercayakan masyarakat yang semakin meningkat dan teman untuk membantu menyelesaikan masalah bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s