KASIH SAYANG ORANG TUA YANG KURANG BIJAK

lakaNglarastenan – Akhir-akhir ini banyak kecelakaan yang merenggut banyak nyawa dalam satu peristiwa. Masih ingat dengan peristiwa kelabu di Tugu Tani? Tergulingnya Bus di puncak yang juga memakan korban nyawa yang tidak sedikit, dan yang masih segar adalah peristiwa yang mangakibatkan 6 nyawa melayang sia-sia di tol jagorawi.

Yang menjadi perhatian penulis selain kepada keluarga korban, juga kepada pelaku, penyebab kejadian kecelakaan di jalan raya.

Orang jawa sering bilang, anak merupakan harta yang sangat berharga, maka sering pula dianalogikan dengan ungkapan, “wingko katon kencana”, mesti tindakan dan perilaku anak tidak baik, tapi dimata keluarga, orang tua anak adalah segalanya.

Ada juga ungkapan, “anak polah bapa kepradah”. Ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana orang tua berusaha mencukupi kebutuhan yang di butuhkan oleh anak, namun demikian seharusnya orang tua lebih selektif dalam menyayangi anaknya.

Padahal sudah sering kita baca, kita dengar dan kadang kita lihat di media elektronik bahwa kasih sayang orang tua tidak harus dengan harta keduniawian, dengan limpahan kesenangan duniawi, tapi dengan kasih sayang yang hakiki, selalu update kegaitan anak sehari-hari dan tidak membebaskan dalam mengambil keputusan yang belum saatnya.

Anak-anak adalah masa depan bangsa, harapan negara yang akan memangku tanggungjawab yang besar dimasa mendatang menjadi sia-sia karena tidak tepat dalam meberikan kasih sayang.

Penulis sering melihat dijalan raya bagaimana anak-anak yang masih usia SD menaiki kendaraan bermotor dengan tidak mengindahkan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Seyogyanya kita sebagai orang tua peduli dan care terhadap anak-anak kita demi masa depan mereka. Bukan kasih sayang sesaat yang akhirnya membuat suram masa depannya, bahkan menghilangkan nyawa mereka sendiri.

Kedepan para orang tua lebih peduli, lebih dekat dengan anak dan memberikan kasih sayang dengan porsi yang sesuai dengan usia anak. Usia anak-anak analah dunia bermain, yang kadang belum mengerti untuk mengambil keputusan yang sulit tanpa di dampingi orang tua.

Kenapa anak-anak sering tawuran? Tentu dengan adanya pemahaman dari orang tua dan lingkungan sekitar yang peduli, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Sering hal ini terjadi karena anak merasa bebas, karena orang tua sibuk mencari harta. Para orang tua mungkin dengan tidak sengaja lupa harta yang berlimpah tidak akan ada artinya bagi anak cucu, bila salah dalam me-manage.

Ya semoga para orang tua semakin lebih bijak dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita yang akan meneruskan kehidupan dimasa mendatang. end.

3 thoughts on “KASIH SAYANG ORANG TUA YANG KURANG BIJAK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s