KANDUNGAN GIZI SINGKONG DAN MANFAAT

Nglarastenan – Beberapa tahun lalu singkong atau cassava sering dipandang sebelah mata, itu sebelum orang melek pengetahuan. Sekarang singkong dijadikan makanan alternatif untuk mendapatkan karbohidrat selain dari beras ataupun kentang.

Masyarakat dunia barat mendapatkan karbohidrat melalui gandum yang dibuat roti, namun di Indosia hal tersebut sangat beragam dan kaya. Selain beras, masyarakat Indonesia mengenal makanan pokok untuk memenuhi karbohidrat, seperti thiwul dari singkong, jaung, ubi serta sagu.

Terkadang orang sering salah kaprah bahkan sering jadi olok-olok anak singkong dan keju. Lucu, karena sebenarnya orang tersebut tidak tahu nilai gizi dan manfaat dari kedua bahan makanan tersebut. Keju jelas dibuat dari fermentasi berbahan dari susu sedangkan singkong adalah sumber karbohidrat yang langsung ditanam diladang pertanian.

Orang barat pun tidak ada yang menjadikan keju sebagai makanan utama. Keju memang mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi tapi, nilai gizi yang terkandung dalam keju bila dikonsumsi berlebihan juga tidak baik, karena akan menimbulkan obesitas, apalagi untuk orang dewasa, mengkonsumsi keju semakin berkurang.

Keju diperlukan untuk memperkuat tulang dan gigi, tapi singkong juga mempunyai khasiat dan manfaat yang cukup banyak karena beda nilai gizi singkong dan keju.

Singkong:

  1. Batang: batang singkong yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan untuk kayu bakar, atau mungkin suatu saat bisa dijadikan bahan baku kertas.
  2. Daun: siapa sih yang tidak pernah ke restoran masaan padang? Daun singkong jadi kudapan utama dibanyak masakan padang, bahkan ada gudeg yang juga di campur daun sing, juga besengek sayuran. Daun singkong juga bisa digunakan untuk makanan ternak penghasil susu.
  3. Umbi: dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kalori manusia, yang fungsinya sama dengan ubi, beras, jagung, gandum atau pun sagu
  4. Kulit umbi: untuk pakan ternah atau kerajinan tangan
  5. selain hal yang telah disebutkan, singkong juga dapat digunakan, dimanfaatkan, diolah menjadi berbagai macam makanan, kerajinan atau brang bentuk lain.

cassava-gizi

Dan ternyata, singkong bebas kolesterol. Menurut saya, kekayaan Indonesia wajib dijaga, biarlah yang senang mengkonsumsi singkong biarlah makan singkong, yang terbiasa makan jagung biarlah makan jagung dan yang terbiasa makan ubi tetap makan ubi. Jangan semua harus makan nasi beras, akhirnya lahan berkurang dan akhirnya kita impor dan impor. Kenapa tidak dijadikan opsi, pilihan untuk memenuhi karbohidrat selain nasi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s