MERIAHNYA AFF U-19

ilhamNglarasatenan – Kalau sekarang diadakan survei, seperti olah raga ini menjadi olahraga paling populer di dunia, yaitu sepakbola. Sejarah sepakpola sendiri dimulai sejak abad ke 2 dan 3 sebelum masehi di China. Dimasa Dinasti Han tersebut, yaitu menggiring bola kulit dengan menandangkan ke jaring. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang bola dan memabawa bola juga digemari, terutama mulai abad ke 16.

Sepakbola modern mulai berkembang di Inggris dan sangat digemari. Dibeberapa kompetisi permainan ini banyak menimbulkan kekerasan selama pertandingan, sehingga pada saat Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan, dan larangan tersebut juga didukung oleh Raja James I dari Skotlandia.

Sepakbola modern akhirnya berkembang didaratan Inggris tahun 1963. Selama tahun 1800an, olahraga ini dibawa oleh pelaut, pedagang dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia, maka tidak heran INggris lebih dikenal sebagai asal muasal sepakbola, terutama sepakbola modern.

Dengan berjalannya waktu olahraga si kulit bundar ini membuat asosiasi tertinggi di dunia (FIFA) di tahun 1900an.

Dengan berkembangnya jaman, olahraga ini masuk juga ke belahan bumi timur, tepatnya di bumi Nusantara Indonesia tercinta. Hiruk pikuk dan berbagai kejadian telah dialami sepakbola Indonesia.

Euforia sepakbola kembali terjadi, tepatnya pada hari Minggu pada tanggal 22 September 2013 Indonesia berjaya menjungkalkan Vietnam dengan perjuangan tanpa kenal lelah anak-anak muda harapan bangsa.

Seperti memberi hadiah di hari ulangtahun pengasuh nglarastenan sehari sebelumnya, hadiah manis yang diimpikan masyarakat Indonesia yang telah menanti 22 tahun.

Melihat permainan dan teknik anak-anak asuhan pelatih Indra Sjafri ini mengingatkan penulis akan sepakbola atraktif tak kenal lelah dari Catalan dengan umpan-umpan pendek rapi yang menghibur dan menjaga gawang yang menjanjikan pada diri Ravi Murdianto. Bagaimana Ravi dapat mematahkan berbagai peluang emas Vietnam, yang membuat frustasi para penyerang lawan.

Melihat skil individu Evan Dimas sebagai dirijen di lini tengah seperti melihat Xavi Junior memperagakan irama penuh pesona. Kapan saat bertahan, kapan saatnya menghemat tenaga dan bagaimana cara menyelesaikan peluang. Era gelandang kiri energik dan penuh tenaga Ilham Udin Armayn membuat kocar kacir para bek lawan. Dengan sprin dan dribel yang memukau, Armayn mngobrak abrik sisi kanan pertahanan lawan.

Belum lagi bagaimana Maldini Pali dengan skil yang mumpuni membuat lawan harus menjaga ekstra. Slain Maldini masih ada pemuda yang mudah dikenali dengan gaya rambutnya yang nyentrik pada diri Paulo Sitanggang. Bagaiman Putu Gede Juni Antara mengatur lini belakang dengan apik, mengantisipasi dan melakukan intersafe lawan dengan sempurna.

Masih banyak talenta-talenta penuh harapan pada diri Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama, Fatchur Rochman, Dimasn Sumantri, M Hargianto, Zulfiandi, HEndra S Gunawan, Alqomar Tehupelasy, Dimas Drajad, Dinan Yahdian, Muchlis Hadi Ning dan lain-lain.

Selain teknik, saya cukup acungi jempol buat pelatih fisik dan tim serta pasukan gizi yang membuat kami berdecak kagum melihat fisik anak-anak muda ini yang seperti tak kenal lelah bermain 2 (dua) jam lebih. Dan ini saya rasa yang sering menjadi kendala setiap kali kita menjalani turnamen. Namun melihat Timnas U-19 seperti memberikan asa lebih, dan ternyata kita mampu. Semoga para pemain U-19 dapat menjaga dan meningkatkan fisik, mental dan teknik untuk melambung lebih tinggi.

Selamat buat Timna U-19, terimakasih Coach Sjafri dan tim. Kami selalu berdoa dan berharap tanpa kenal lelah, dan menjadi pijakan ke depan lebih percaya diri, mengharumkan merah putih. Terimakasih atas hadiah ulang tahunnya yang membuat hati ini sejuk, damai dan bahagia.

Alhamdulillah, hadiah melimpah karena Manchester City bisa menpecundangi Setan Merah, Bayern Muchen kampiun, Barcelona masih terdepan dan Juventus pun masih menjaga harapan. Thanks semua hadiahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s