PENDIDIKAN MORAL PANCAGILA, & SETAN PUN PENGEN PENSIUN

GHOSTDalam dua minggu terakhir kita disuguhi berita yang cukup miris. Dimana calon penerus bangsa mati sia – sia. Pertama masih terngiang di ingatan kita dari hingar bingarnya berta di media atas meninggalnya Ade Sara Suroto (19) dan yang baru saja kita lihat, dengar dan baca kematian pelajar yang baru berusia 16 tahun di Cilandak kemaren.

Apa yang mendasari mereka-mereka ini bisa melakukan hal yang luar biasa ini??? Entahlah, pendidikan moral, pendidikan budi pekerti, orang tua, lingkungan sekitar, pemerintah, sekolah, atau media???

Banyak faktor, dan ini perlu penelitian lebih lanjut. Penulis tidak berkopenten dalam hal ini.

Penulis berfikir, kenapa dulu tidak ada hal-hal seperti ini? Kebanyakan anak-anak patuh pada orang tua, hormat kepada yang lebih tua, dan santun kepada sesama.

PENDIDIKAN MORAL

Dulu, waktu penulis belajar di bangku sekolah, penulis mendapatkan pendidikan MORAL (sekarang pun mungkin ada, tapi namanya kemungkinan sudah diadopsi, disesuaikan dengan perkembangan jaman). Pendidikan Moral Pancasila, dimana tidak hanya berbangsa bernegara tetapi bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, bahkan hubungan dengan Maha Pencipta menjadi yang utama.

Para pejuang, pendiri bangsa mungkin akan menangis bila melihat carut marutnya bangsa ini sekarang. Semboyan Ki Hajar Dewantara yang dulu sangat terkenal dan dijadikan pijakan, bisa jadi saat ini sudah berubah.

“Ing ngarsa …mumpung kuasa,
ing madya …. agawe rekasa,
tut wuri …nyilakani”.

Bait diatas kalau kita telaah, kita artikan maknanya akan bergeser dari cita-cita Ki Hajar. Bagaimana menjadi pemimpin yang dapat menjadi tauladan, tetapi bukan teladan dalam hal yang merugikan bangsa, rakyat, atau pun orang lain. Jangan mentang-mentang sedang berkuasa, sehingga bertindak balas dendam, memperkaya diri sendiri, kolega dan keluarga.

Kalau demikian, maka akan membuat rakyat makin sengsara , orang lain yang seperti bait kedua diatas, “ing madya agawe rekasa”. Membuat susah orang banyak, merasa tidak aman, dan kehidupan semakin sulit, karena harga kebutuhan tidak menentu, tidak tersedia meski ada uang untuk membelinya, dan masih banyak lagi.

Siapa yang ingin mengikuti? Yang ikut akan ikut celaka. Banyak yang tidak tahu menahu akhirnya ikut berurusan dengan hukum, yang akhirnya mencelakan dirinya karena ikut, manut, nurut dengan pemimpinnya yang korup. Banyak sudah contoh di negeri ini, baik yang di KPK, Kejaksaan maupun di Kepolisian.

Melihat dari kejadian demi kejadian, maka Pendidikan Moral akan bergeser, dari yang adi luhung menjadi yang hina dina, yang namanya Pendidikan Moral Pancagila. Seperti Pancagila berikut ini:

  1. Keuangan yg maha kuasa
  2. Korupsi yg adil dan merata
  3. Persatuan mafia hukum indonesia
  4. Kekuasaan yg di pimpin oleh nafsu kebejadan dalam persekongkolan dan ke pura puran
  5. Kenyamanan sosial bagi seluruh keluarga konglomerat, pejabat dan wakil rakyat

Apa tidak gila namanya?

Gila Pertama. Tidak sedikit sekarang ini orang-orang yang dikuasai oleh uang, harta juga kekuasaan?

Gila Kedua. Korupsi. Hampir tiap hari dimedia ada berita korupsi, baik dari pemimpin, perusahaan swasta, sampai tukang sapu suatu kantor yang memiliki perusahaan dan mobil mewah Eropa (cuci uang, bahasa jawane money laundry). Jadi Korupsi ini sudah merata, merambah semua kalangan. Bahkan kadang kita tidak terasa telah melakukan korupsi, seperti korupsi waktu. Seperti penulis, yang saat ini sedang membuat tulisan ini korupsi waktu, karena membuat tulisan di jam kantor.

Gila ke tiga. Tidak sedikit para aparat hukum yang tidak kuat menahan godaan terjerat masalah karena keputusannya yang tidak tepat demi harta. Meski prosentasenya sedikit / kecil, tapi seperti nila setitik merusak susu sebelanga. Banyak aparat yang baik, yang tulus demi negara, dan bangsa akhirnya iktu mendapat cibiran.

Gila Ke empat. Akhir-akhir ini penulis melihat berita dimedia, baik di televisi, berita online ataupun surat kabar dan radio ada hakim berselingkuh dengan jaksa, dan macem-macem. Dalam kepura-puraan, dan ini cukup berbahaya. Karena seperti musang berbulu domba. Keliatannya lembut, baik tetapi di balik kelembuatan, kebaikannya menyimpan bara yang bisa menghanguskan dunia.

Dan Gila Ke Lima adalah, bagaimana keluarga bisa aman, dan nyaman. Sering kita dengar, kita lihat konglomerat yang kongkalingkong dengan aparat dan wakil rakyat, demi kenyamanan sosialnya. Kalo tidak terbongkar nyaman, harta berlimpah, bang Iwan bilang Bos Eksekutif. Tapi begitu dibalik jeruji besi menangis, meng iba-iba. Kok waktu korupsi, kongkalingkong, selingkuh kagak ada yang nangis ya?

Makanya sekarang ini setan-setan minta pensiun jadi setan. Kenapa??? Amit-amit, kata setan. Kelakuan manusia sekarang sudah melebihi setan, makanya setan minta pensiun. Coba kita lihat alasan setan untuk pensiun:

  • Karena manusia yang BERZINA, yang enak kan manusia, tetapi yang disalahkan setan.
  • Manusia KORUPSI, yang menikmati dia dan keluarga serta koleganya, dibilang karena godaan setan.
  • Manusia SELINGKUH, yang keenakan kan dia, katanya di pengaruhi setan.
  • Munusia ke DISKOTIK, NYABU, NYIMENG, KARAOKE, enak joget-joget, pikiran enak melayang-layang, naynyi-nyanyi senggol sana senggol sini, katanya di suruh setan.
  • Manusia yang BERJUDI, katanya ajakan setan, padahal setan gak pake duit, gak punya duit.
  • Manusia BERBOHONG karena dipengaruhi setan, kan untung ruginya gak ada buat setan.
  • Manusia MAKAN SIANG dibulan Ramadhan katanya setan, padahal temen-temen setan dipenjara.

Pokoknya pengen pensiun, kata setan berapi-api. Sobat nglarastenan, jangan sampai kita seperti cerita diatas, dan kita berdo’a semoga bangsa ini menjadi bangsa yang besar, bangsa yang santun, anti korupsi dan damai. amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s