MANIS MULUTMU, PAHIT HIDUPKU

pemilu2014MANIS MULUTMU, PAHIT HIDUPKU. Begitu judul berita harian online tersebut, yang juga merupakan judul puisi. Sepertinya cocok sekali dengan obrolan permaisuri di rumah tadi malam. Dimusim politik seperti saat ini saatnya menebar manis. Ya manis di mulut (awalnya) dan akhirnya pahit terasa.

Pagi hari yang cerah saat itu, banyak ibu-ibu berbondong menuju lapangan yang sudah disiapkan untuk acara lomba senam. Pokoknya acaranya gegap dan gempita, ibarat wayang jawa meriahnya “ambata rubuh“, riuh seperti bentang dari batu bata yang roboh. Yang datang pun mengalir bak peribasa pewayangan, “Lir Sela Blekithi“. Artinya seperti semut yang berjalan diatas batu memperebutkan makanan.

Ada apa gerangan???

Ternyata di lapangan itu ada manis-manisnya janji, iming-iming berupa hadiah berupa uang tunai. Tidak main-main ternyata, karena begitu manis di dengar, apalagi oleh kaum ibu yang memang ingin sehat dan mendapatkan hadiah estra berupa uang tunai (jika juara).

Tidak sedikit dari ibu-ibu tersebut membentuk kelompok, baik dari sanggar senam maupun dari kewilayahan (RT). Tidak sedikit pula kaum ibu yang mengeluarkan modal tidak sedikit demi meraih mimpi menjadi juara.

Pagi yang cerah dengan suasana yang riuh dan dibuka oleh artis gaek nasional, menambah manisnya asa untuk direngkuh. Dari satu grup berganti ke grup satunya, silih berganti ibarat musim kemarau yang berganti musim hujan yang penuh pengharapan.

Dan akhirnya selesai sudah acara yang sejak pagi para ibu-ibu rela bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan buat keluarga dan tentunya merias diri demi lomba hari ini, akhirnya terpilihlah beberapa juara.

Juara I madu manis 5 juta
Juara II madu legit 3 juta
Juara III madu putih yang penuh energi 2 juta, serta
Juara Harapan (lupa nilainya).

Saatnya panitia mengumumkan hadiah yang di tunggu-tunggu.

Panitia: “Ibu-ibu, terima kasih atas dukungan dan kedatangannya ibu-ibu di lapangan ini. Untuk pengambilan hadiah kiranya dapat di ambil nanti di rumah Pak Terong setelah beliau terpilih sambil syukuran!”

GUbraKKgKKkKK……..

Alamaakkkk….. Kalau gak gablek duit mbok gak usah nyaleg, wa bil khusus buat janji manis yang akhirnya terasa pahit di hati. Apa si Terong ini gak mikir kalau ibu-ibu itu bahkan ada yang rela beli seragam dengan harapan dapat juara, tapi setelah juara harus mengambilnya nanti setelah jadi anggota legislatif. Yakin nih si Terong jadi?

Untung yang juara ibu-ibu bukan dari sanggar yang sangar dan gahar, untung juga si Terong kagak di gebukin sama ibu-ibu yang tidak terima. Mbok ya di info dari awal, bahwa lomba ini saya nggak ikhlas.

Baru caleg saja sudah bisa ngibulin ibu-ibu, bagaimana kalau nanti sudah jadi legislatif???? Caleg yang seperti ini semakin menambah buruh citra Pemilu 2014, karena orang semakin pesimis, apalagi melihat kapasitas caleg yang gak jelas. Mungkin masih banyak lagi tersebar caleg-caleg seperti si Terong ini.

Separah inikah negeriku sekarang???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s