SUKSESI KERAJAAN ALENGKA

petrukdadiratu

Petruk Dadi Ratu

Suatu kisah, Kerajaan Alengka akan ada suksesi, karena Dasamuka akan menjadi Pertapa (Dasamuka sudah Tobat). Kolonel (purn.) Bilung, mantan Kepala Kesatuan Pengaman Raja (KASAPARA) merupakan salah satu kandidat yang didukung oleh kolega-koleganya waktu masih aktif menjadi prajurit. Selain dari para kolega prajurit, Kolonel (purn.) Bilung yang juga Ketua Partai Mega Mendung dengan lambang gambar awan menggantung membuat koalisi yang terdiri dari Partai Pohon Gurdo, Partai Sekeras Batu, Partai Buto Suloyo, dan juga Partai Pengemis Tahta.

Koalisi politik yang mendukung Kolonel (purn.) Bilung menjadi Calon Raja bernama Koalisi Makmur, dengan semboyan “Negara Makmur Pemimpin Subur” (Gaji para bekel, mantri, bupati dan para punggawa kerajaan akan dinaikkan berlipat-lipat).

Koalisi Makmur juga mengangkat juru kampanye yang sangat tersohor, dan cukup disegani, yang tak lain tokoh spiritual kaum raksasa, yaitu Pangeran Indrajit Wongsodursila, yang akan dibantu tokoh pembaharuan perempuan yang sangat haus kasih sayang, yaitu Gusti Ora Ayu Sarpakenaka. Untuk penggalangan dana kampanye, Koalisi Makmur menunjuk mantan Wakil Raja Dasamuka, yaitu Pangeran Sepuh Prahasta Karemgarwa.

Selain Kolonel (purn.) Bilung, pemilihan raja secara demokratis, yang mengadopsi cara-cara barat dalam memilih pemimpin kerajaan ada pula calon dari rakyat jelata. Tokoh ini bukan siapa-siapa, bahkan calon ini terkenal karena sifatnya yang ngemong, jujur, sederhana, sabar, dan tentu humoris.

Kantongbolong, demikian nama Calon Raja (cara) tersebut. Kantongbolong yang dimasa kecilnya hidup dipinggir kali, disebuah desa yang bernama Karangkadempel. Kantongbolong tokoh yang terkenal di dunia comic, karena gemarnya bercanda (stand-up comedy). Karena kolega-kolega Kantongbolong sulit menyebut namanya, maka para kolega tersebut menjuluki Kantongbolong dengan nama Petruk. Pemberian nama Petruk bukan tanpa alasan, karena Kantongbolong tokoh comic dengan perawakan yang kurus, tinggi dan kerepeng.

 Petruk, Calon Raja Kerajaan Alengka juga mempunyai tim sukses, meskipun tidak sebesar Tim sukses Bilung. Petruk sendiri berani mencalonkan diri menjadi Calon Raja Kerajaan Alengka karena didukung dan atas desakan para tokoh masyarakat dan spiritual dari daerah Pancawati, yaitu Pangeran Sepuh Ramawijaya yang merupakan titisan Bathara Wisnu dalam kisah pewayangan.

 Sebagai kepala pemenangan, Petruk menunjuk Pangeran Gunawan Wibisana. Bukan tanpa alasan dan suatu kebetulan Pangeran Gunawan Wibisana ditunjuk sebagai Ketua Pemenangan Petruk menjadi Raja, tetapi melalui pertimbangan yang matang dari para tokoh masyarakat.

 Gunawan Wibisana merupakan adik dari Dasamuka, yang mengerti seluk beluk kerajaan Alengka luar dalam, selain itu Gunawan juga tokoh pembaharu yang mengedepankan kebenaran, kejujuran dan kesederhanaan serta keberlanjutan dalam memabangun kerajaan.

 Selain Gunawan, untuk mendukung agar Petruk sukses menjadi Raja, maka dibentuklah tim penggalang dana, dimana Hanoman dipercaya sebagai Ketua. Agar para tim kampanye dan tim sukses tidak kelaparan, dibentuk juga tim konsumsi dimana Nyai Shinta ditunjuk sebagai Ketua.

 Para Calon Raja ini maju dalam pemilihan tidak sendiri, tetapi berpasangan. Koalisi Makmur selain mengusung Calon Raja Kolonel (purn.) Bilung juga menawarkan Boma Narakasura menjadi Patih atau Wakilnya, dimana Boma merupakan Ketua Partai Pengemis Tahta.

 Boma sendiri bukan orang asing bagi Alengka, karena Boma merupakan satu alumni dan juga kakak seperguruan (sekampus) dengan Dasamuka (mantan Raja Alengka). Sebelum mencalonkan diri menjadi Wakil Raja, Boma juga pernah mencalonkan diri menjadi senopati di Amarta namun kalah dari Gatutkaca.

 Dilain pihak Calon Raja Petruk, mengusung tokoh yang sudah berpengalaman dalam pemerintahan, yaitu Pangeran Sepuh Sumantri menjadi Calon Patih atau Calon Wakil Raja.

 Sumantri yang mempunyai nama lain Suwanda juga bukan orang baru, atau pun tokoh karbitan. Sebelum mencalonkan diri mendampingi Petruk, Pangeran Sepuh Sumantri atau dalam serat Tripama dikenal dengan nama Patih Suwanda pernah menjadi Wakil Raja terkenal yang disegani dimasanya, yaitu Jendral Besar Harjunasrasrabahu di Kerajaan Maespati.

Komplit sudah dari kedua tim sukses, dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu kampanye. Kampanye disini merupakan ajang promosi visi dan misi dari masing-masing kandidat, baik dari Bilung maupun Petruk.

Petruk mengawali kampanye dari wilayah paling utara Kerajaan Alengka, sedangkan Pangeran Sepuh Sumantri mengawali kampanye dari wilayah paling selatan Kerajaan Alengka. Wilayah utara yang sangat makmur, yang mempunyai sumberdaya alam yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal, dan bahkan rakyat di utara Kerajaan Alengka seperti hidup di kerajaan orang.

Petruk mengawali kampanye dari wilayah utara bukan karena mencari pemilih, karena kalau hanya mementingkan suara pemilih maka kotaraja Alengka merupakan tempat yang sangat tepat untuk itu. Tetapi Petruk mempunyai tujuan lain, yaitu apabila nanti terpilih bagaimana cara mengurangi kesenjangan sosial, kesenjangan ekonomi antara wilayah utara dan pusat (Alengka), atau menghilangkan kesenjangan tersebut.

Sumantri sendiri mengawali kampanye dari selatan, yang juga mengandung makna. Selatan Alengka, yang merupakan pintu gerbang utama kerajaan dimasa lalu, dipandang sangat penting pada saat berdirinya kerajaan Alengka.

Sedangkan Kolonel (purn.) Bilung, memilih kampanye didalam kotaraja dan menerima dukungan dari berbagai organisasi dan masyarakat, seperti Jaringan Rakyat Alengka Pecinta Harta (JeRAPAH), Aliansi Muda Penggemar Oplosan (AMPO), Aliansi Bilung Pemuja Setan (Aliansi BPS), PErempuan pecinTA MAs bilung Keren (PERTAMAK), dan lain-lain.

Bilung sendiri tidak suka kerja yang lambat, dan dibuktikan apabila kampanye ke luar kotaraja Bilung selalu naik rajawali kegemarannya dengan tujuan efisiensi.

Boma yang seorang teknokrat disetiap kampanye juga selalu menjanjikan perubahan dan juga kesetaraan dalam segala hal, baik ekonomi, sosial, hukum dan lain-lain. Boma sendiri disetiap kampanye juga selalu menjunjung tinggi kesetaraan dalam hukum, meskipun ada beberapa kasus yang menimpa anak kesayangannya menjadi trending di media sosial.

Tidak hanya Koalisi Makmur yang setiap hari mendapatkan dukungan publik, pun demikian dengan Petruk dan Sumantri.

Bertempat di taman Argasoka Petruk menerima dukungan dari aliansi Penggemar Cici Sinta (PECIS), Forum Komunikasi Anak Lurah (FOKAL), Penggemar Petruk Nusantara (PPN), fans Petruk Sayang Orang Nusantara (PeSONa), Generasi Muda Kerajaan Pendukung Petruk Sumantri (GEMUK PEPES), dan lain-lain.

Untuk mensukseskan pemilihan Raja tersebut, Kerajaan Alengka membentuk Komisi Pemilihan Raja (KOPARA) dan juga Badan Pengawas Pemilihan Raja (BAWASPARA).

Sebagai Ketua Komisi Pemilihan Raja (KOPARA), yang diangkat berdasarkan kapasitas dan independensinya, maka ditunjuklah Dewi Srihuning dari Tuban. Dewi Srihuning tokoh muda yang nasionalismenya sangat tinggi dan kredibilitasnya sudah terbukti sangat memuaskan dan netralitasnya juga tidak perlu dipertanyakan, apalagi ketika masih dibangku kuliah Dewi Srihuning cukup vokal.

Sedangkan Ketua BAWASPARA  dipercayakan kepada tokoh senior yang cukup tegas dan berwibawa, yaitu mantan Kepala Staf Angkatan Darat Kerajaan Alengka Jenderal (purn.) Batikmadrim.

Sampai berita ini ditulis, Para Calon Raja Kerajaan Alengka masih sibuk dengan agendanya masing-masing, menyampaikan visi, dan misinya untuk menjadi yang terdepan dalam membangun Kerajaan Alengka. Dan pada saat bersamaan di sosial media (sosmed), para netter sibuk dengan argumentasinya masing-masing, serta saling menjatuhkan kandidat lawan, sehingga terasa merinding yang membacanya.

Bahkan, dukungan dari para simpatisan dan tim sukses terasa lebih rame dan hingar bingar seperti perang, padahal yang mereka dukung santun dan saling berangkulan setiap berjumpa seperti teletubies.

Goa Kiskendha, 947 Alip.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s