KISAH DUNIA MAYA – TERONG GANTUNG & LOMBOK JEMPRIT

Siapa yang tidak kenal dunia maya? Bukan Maya Estianti, apalagi Maya Rumantir, benar-benar ada tetapi tidak terlihat. Di Indonesia sendiri mungkin dunia internet sudah ada sejak tahun 80an, meski Gus Mo sendiri mengenal dunia baru era tahun 90an awal.

Banyak sekali yang di dapat dari dunia internet ini, mau yang bagaimana tinggal memilih. Mencari ilmu, banyak, mencari pasangan, ok atau mau jadi penipu? Semua sudah pernah ada beritanya, baik online maupun elektronik.

Kalau dulu internet hanya berkecepatan 1800 bps, sekarang ini udah itungannya mega, bahkan mungkin nanti bisa saja sampai terabyte, jadi ibaratnya baru nginguk saja apa yang kita mau sudah ada/terjadi. (nginguk=melihat, Jawa- Red.).

Indonesia dulu mengandalkan jasa sambungan dari penyedia layanan, yaitu Wasantaranet. Jadi karena penyedia layanan (provider) sangat terbatas, ya mohon di makhlum kalau kirim files harus sabar menanti. Karena keterbatasan koneksi, bukan berarti tidak ada komunikasi atau kreatifitas. Para programmer dikala itu juga sudah membuat jaringan yang bisa menghubungkan orang, seperti misal chatting atau sosial media.

Mengingat masa lalu, pasti banyak yang punya cerita dalam berinteraksi dengan dunia maya ini, baik dengan mIRC atau pun Friendster. Ada yang ingat dengan kehebatan-kehebatan dan cerita melalui sosmed tersebut? Gus Mo juga punya cerita, cuman off-the-record saja, kita cerita yang umum-umum saja ya sobat.

Seperti sudah disampaikan diatas, dunia internet berkembang cukup pesat, padahal baru beberapa tahun saja dan yang menjadi booming dan cukup menarik hadirnya facebook. Nah, dunia facebook ini ternyata banyak sekali cerita sukses, atau pun cerita pilu. Tidak sedikit orang yang mendapatkan pendamping hidup yang bermula dari dari sosmed ini, tidak sedikit pula cerita pilu berupa penipuan dengan memanfaatkan sosmed ini. Jadi Gus Mo cuman berpesan, semoga para sosmeders dapat lebih bijak untuk memanfaatkan teknologi yang ada saat ini.

Salah satu cerita dengan dalam sosial media, yaitu facebook juga menimpa Paijem dengan nama FB si Lombok Jemprit, yang mendapatkan kenalan di facebook, yaitu Armando dengan nama FB Si Terong.  Bagaimana kisah Lombok Jemprit kena panah nyasar Terong Gantung??? Ikuti kisahnya, dan tetap di nglarastenan.

JempritPaijem si Lombok Jemprit

Awal kisah Paijem si Lombok Jemprit mengenal Armando si Terong Gantung (biar dramatis kek di Telenovela), ketidak sengajaan Paijem menerima pertemanan (approval) dari Armando yang secara acak meminta pertemanan kepada beberapa pemilik nama FB yang terlihat manis (gula kali) dari profil wajahnya, dan enak dilihat dilihat secara status-statusnya (rendang kali enak).

Paijem yang rajin mengunggah status, bahkan kalau diibaratkan orang yang suka ngemil, bukan lagi orang yang makan sehat, 3 (tiga) makan setiap hari. Kalau ngemil kan dari bangun ditidur sampai tidur dikasur ngemil terus maunya. Jadi, ya seperti itulah keseharian Paijem, kemana pun selalu buat status di profil FB-nya.

Kita tengok yuk status Paijem dalam facebook, apa sih yang di tulisnya? Berikut salah banyak (bukan hanya salah satu ya) status si Jemprit di akun FB-nya:

  1. Punya pacar boros uang, ga punya pacar boros sabun
  2. Jika hidup ini mudah, kamu tak akan mikir tiap malam berusaha mencari tahu mengapa kamu masih jomblo hingga saat ini!
  3. Gue sama pacar gue putus karena beda keyakinan, pacar gue yakin banget kalo dia gue itu ganteng, tapi gue kagak (maaf ya yang)
  4. Mandi ah biar jeleknya luntur..
  5. dan seterusnya …..

Bahkan, kentut saja di jadikan status sama si Jemprit Paijem, “Maksud hati cuma kentut, apa daya ampasnya ngikut”.

Itu profil Paijem dalam berbagai statusnya. Keisengan si Jemprit ternyata menarik perhatian Armando, yang di akun FB menggunakan nama Terong Gantung (mungkin maksudnya ganteng, tapi karena nggak yakin, ya dikasih nama Gantung saja deh).

Kurang lebih sudah ada 3 tahun Terong Gantung dengan  Lombok Jemprit menjalin hubungan, bahkan dengan sistem LDR (Long-Distance-Relationships). Hubungan yang tadinya hanya sebatas teman, akhirnya menjadi persabahatan. Si Terong yang merasa mendapatkan angin segar memaknai lain hubungan tersebut dan akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan cintanya via udara.

Meski usia Terong Gantung lebih muda dari Lombok Jemprit, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat Terong Gantung untuk jatuh hati pada Jemprit.

Terong Gantung:  “Lembayung, langit indah dikala senja, tatanan surya kala memasuki bumi. Senja itu indah, …..seperti dirimu, jemprit sayang”.

Lombok Jemprit: “Ngapain sih, ihhh….”  Balas Jemprit yang genit.

Si Terong pun semakin terpacu untuk merayu si Jemprit Paijem, bahkan setiap malam di kala sang Surya di peraduan, bunyi notifikasi tak henti-hentinya mengalir ke smartphone Jemprit yang keluaran terbaru merk terkenal, “Nu Kie Opo”.

Serangan demi serangan terus mengalir deras, bahkan hampir saja menembus pertahanan Jemprit. Bahkan tidak sedikit Terong merayu dengan rayuan gombal.

Terong: “Jemprit sayang…… (mulai brani panggil sayang neh!),  jangan sering-sering ke rumah Gus Mo,  ya!)

Jemprit: “Emang kenapa, Terong? Gus Mo kan sahabat aku!” tanya jemprit penuh keheranan.

Terong: Nggak apa-apa sih yang, takutnya nanti Gus Mo marah saja sama kamu, karena bunga-bunga tanaman Gus Mo layu semua, karena buang-bunganya kalah cantik sama kamu!”

Gubrakjzkkzkk…… merah, kuning, hijau, pink, hijau lumut berubah-ubah menahan sanjungan Terong.

Tetapi, Jemprit teringat akan pesan Gus Mo, “berhati-hatilah dalam bergaul, jangan pernah memberikan peluang kepada siapapun, apalagi kamu sekarang sudah berkeluarga”.

Seperti petir di siang bolong sekarang ini yang saat ini panasnya mencapai 35 derajat celsius menurut ramalan BMKG tadi padi di tipi. Lambat laun, Jemprit pun mulai mengurangi hubungan dengan Terong, meski Terong selalu indox.

Sampai akhirnya pada inbox ke sekian, Terong meminta maaf dan merasa putus asa dengan Jemprit, dan tidak ada lagi inbox atau komunikasi antara Terong dengan Jemprit. Singkat cerita, dua hari kemudian Jemprit melihat berita di televisi, kalau Terong Gantung mati Gantung diri karena di tolaknya cintanya. End.

Sobats, petuah dari Mbah Mo kepada Gus Mo yang selalu Gus Mo ingat, gunakanlah kemajuan teknologi dengan baik, dan janganlah memberikan janji-janji atau peluang kepada orang orang lain yang kita tidak tahu seperti apa isi hatinya. Salam Sosmed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s