PINDAH SEKOLAH

sekolahLama tidak update blog. Masih bisa nulis nggak yah? Mo yang ringan dan santai saja, makanya artikelnya masuk ke ranah humor. Maaf ya, semua hanya fiksi jadi tokoh-tokoh didalam cerita ini hanya khayalan.

PINDAH SEKOLAH

Keluarga Padi Legowo baru saja pindah dari Ibukota Jakarta ke kampung kelahirannya, karena kebetulan permintaan mutasi ke tanah kelahirannya di kabulkan. Padi Legowo yang pegawai negeri sipil di daerah pasar baru mempunyai istri yang jelita bernama Sumiati Legowo (Sum). Dari pernikahan tersebut mempunyai anak dua, anak pertama bernama Utami Legowo, Masih kuliah di Fakultas Hukum jurusan Hukum Karma. Sedangkan yang paling kecil bernama Tedjo Buwono dan duduk dibangku kelas II sekolah dasar.

Keluarga kecil yang penuh kebahagiaan itu tinggal di rumah yang sangat asri, mungil sederhana namun sejuk di selatan kota bengawan. Dengan berbagai pertimbangan, maka sekolah Tedjo yang masih duduk di sekolah dasar harus ikut pindah ikut kedua orang tuanya, sedangkan anak yang tertua tetap tinggal di ibukota dan sementara dititipkan di rumah sahabatnya, Mbah Mo. Sedangkan Sumiati yang notabene adalah penyiar radio top markotop di Ibukota juga ikut pindah mengikuti suaminya ke daerah.

Sumiati yang mudah bergaul pun cepat sekali mendapatkan pekerjaan yang tidak jauh berbeda, yaitu penyiar radio. Kebetulan radio di daerah tersebut membutuhkan penyiar yang kreatif, menarik dengan intonasi suara yang lembut dan enak didengar. Jadilah Sum penyiar radio daerah.

Karena kepiawaiannya membawakan acara Sum pun langsung menjadi idola baru di daerah tempat radio tersebut berada. Suatu hari Sum akan berangkat ke setudio untuk siaran, tetapi tanpa dinyana tanpa diduga, anaknya Tedjo pulang dari sekolah dengan tangisan bombay, bak Temon dalam film G-30 S. Naluri seorang ibu keluar, dan dengan bijak Sumiati menghampiri dan meredakan tangis anaknya dan menginformasikan ke setudio karena telat datang.

Setelah reda, Sum mulai menginterogasi Tedjo anaknya yang masih anak-anak tersebut.

Sum : “Tedjo, kenapa dik pulang-pulang nangis?”.

Tetapi Tedjo yang belum benar-benar hilang rasa sedihnya hanya diam sambil mengusap hidung yang penuh ingus.

Sum : “Adik, kenapa pulang nangis? Ada yang nakalin adik?”

Sum mengulang pertanyaan sambil mengelus buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Tedjo : “enggak, mak”

Jawab Tedjo singkat.

Sum : “Terus adik kenapa, kok pulang-pulang berderai air mata, dimarahi bu Guru?”.

Tedjo : “enggak mak!”

Sum : “Terus kenapa?”

Tanya Sumiati penuh selidik.

Tedjo : “Anu, mak. Tedjo tadi nginjek kotoran ayam, terus aku pegang dengan jari dan aku cium, nah kotorannya nembel di hidung adik!”

Gubrakgkgkqqxxxx, Sum hanya bisa menahan nafas, antara pengen ketawa tapi gengsi dengan anaknya dan pengen marah. end

4 thoughts on “PINDAH SEKOLAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s