ASMARA EENG DI TEMPAT TIDUR – OPO TUMON

ilustrasi gbr by googleEeng, 30 tahun. Seorang kepala rumah tangga yang berjibaku menakhlukan dunia untuk menghidupi keluarga dengan pekerjaan membantu para pemancing. Eeng, meski penampilannya sedikit metal, dengan rambut dikuncir dan beberapa tatto ditubuhnya, yang antara lain gambar centong dan disilang dengan sendok. Tampang boleh sangar, tapi hati tetep melo, tetap romantis.

Pada suatu hari, Eeng pulang bekerja diempang dengan badan yang sangat capek, makhlum hari ini ikan banyak makan dan itu membuat aktifitas Eeng lebih banyak. Meski capek, Eeng tetap bahagia, karena rejeki hari ini lumayan, lebih baik dari hari-hari lainnya, dan semua diberikan kepada istri tercinta Maryam.

Maryam adalah istri setia dari Eeng. Maryam yang selisih usianya hanya terpaut 5 tahun tersebut menyambut Eeng dengan senyum bahagia, membuat Eeng hilang capek setelah seharian mencari nafkah.

“Assalamu’alaikum Bunda” Eeng menyapa.

“Wa’alaikum salam Kanda” jawab suara merdu dari dalam rumah.

“Bunda, ini rejeki kita hari ini. Maaf kalau Kanda tidak bisa memberikan rejeki yang banyak. Kanda sebenarnya ingin sekali membahagiakan Bunda” Eeng sambil menghela nafas di kursi kayu yang tanpa busa.

“Kanda, alhamdulillah Kanda sudah pulang dengan selamat dan membawa rejeki untuk makan keluarga, Bunda sudah sangat bersyukur Kanda” sahut Maryam menimpali suaminya.

“Kanda, Bunda sudah siapin air hangat untuk mandi, dan makan malam semoga Kanda suka masakan Bunda” Maryam melanjutkan.

“Terima kasih Bunda” jawab Eeng.

Tak lama kemudian Eeng pun mandi dengan air hangat yang telah disiapkan istri tercinta yang setia dan mencintai apa adanya. Eeng sangat bahagia mempunyai istri yang begitu perhatian. Setelah makan malam Eeng dan istri pergi ke peraduan untuk melepas lelah.

Tidak perlu waktu lama Eeng yang memang lelah cepat memejamkan mata dan tertidur disamping istri tercinta Maryam yang cantik, dengan kulit putih dan pipi kemerahan.

Sekitar jam 01.00 dinihari Eeng terbangun, namun matanya masih terpejam. Eeng merasakan bibirnya seperti ada yang mencium dan mengulumnya. Eeng diam dan menikmati kecupan tersebut, dan ingin menggoda istrinya dengan berpura-prua tidur.

Setelah sekian lama Eeng tidak tahan untuk membuka matanya, tetapi alangkah kagetnya ternyata yang mencium bibirnya bukan istri tetapi lispo / siput ibu jari (sejenis lintah yang biasanya banyak dijumpai pada saat musim hujan), kontan dia loncat dari tempat tidur dan berteriak sakingkagetnya.

Istrinya pun bingung campur kaget, karena tiba-tiba suaminya tidur dan loncat sambil teriak-teriak. Setelah suasana bisa diatasi akhirnya Eeng bercerita pada istrinya, dan istrinya hanya bisa mesam mesem, dan serentak tertawa bareng.

Sejak saat itu Eeng menjadi paranoid dengan lispo, kalau ada pemancing yang memakai umpan lispo pasti dia akan menghindar. Eeng yang bertato centong dengan rambut gondrong takut sama lispo. Ada-ada saja.

Sumber inspirasi cerita:
diambil dari pengalama pemancing yang diceritakan kepada penulis beberapa hari lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s